12 Bait yang Sebenarnya Dibuat untuk Menenangkan Diri Sendiri

Achmad Hidayat Alsair
2 min readSep 26, 2023

--

(Unsplash.com/Mayur Deshpande)

Kita berdua tahu perasaan yang meluap-luap ini seperti pedang dengan dua bilah mata : bisa menusuk semua akal sehat dan membelah

atau memotong jarak pandang menuju isi pikiranmu yang kacau balau, kemudian mengizinkanku mendiami salah satu sudutnya

Apabila aku menjadi anak kecil yang terlalu riang dalam pertemuan, maka harap maklum sebab dia sudah terlalu lama terperangkap

dalam lukisan bertema patah hati yang kelabu, cuaca buruk bulan Januari dan keseharian yang menuntut mulut lebih banyak dibekap

Orang tua memang memaksa kita bertingkah teratur, anggun, dalam semiotika robotik berdasarkan adat ketimuran yang munafik

sehingga kemampuan menyampaikan kasih sayang tak sanggup dituntaskan, berubah menjadi bara emosi yang selalu terpercik

Dari mana datangnya segala rasa cemburu? Padahal kata-kata cinta sengaja dipasung, ditahan sampai ia satu saat kemudian sengaja menjadi kursus

cara menjadi kasih sayang dalam gaun berwarna merah amarah, berkobar, membakar hal-hal yang sebenarnya kau anggap butuh perlakukan khusus

Aku tahu kamu terganggu dengan pertanyaan dari orang-orang yang sebenarnya cuma ingin tahu tanpa peduli

bagaimana cara kita berkompromi, memastikan semua seperti semula dengan kata-kata yang selalu ditahan di ujung lidah dan jari

Toh, kita berdua akan terus bertemu, bertukar cerita berjam-jam, jalan beriringan tanpa saling menggamit tangan

dan aku bertindak sebagai pemadam kemarahan, memintamu sabar sampai salah satu dari kita salah tingkah karena satu tatapan

Iya kan, Fen?

Makassar, 26 September 2023

--

--