Bagaimana Politik Bekerja

Achmad Hidayat Alsair
1 min readNov 2, 2016
(Kompasiana)

“Heh, ini ada berkas hasil musyawarah partai tadi pagi,

ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan visi misi.

Bisa kau ubah ini beberapa pasal?

Aku ingin mereka kau jegal.

Ingat, partaimu ini atas nama rakyat banyak,

maka tak usah takut bertindak seperti biawak.

Jangan kau takut dengan pimpinan,

dia bisa kau atasi dengan sogokan.

Ingat, dia itu berasal dari mana?

Dia juga dulunya sama seperti kita.

Sedikit-sedikit minta proyek ke yang di atas,

dan sekarang dia jadi malas bin culas.

Partaimu ini mengatasnamakan rakyat,

tapi beberapa kader malah ke hotel sambil bawa obat kuat.

Dalam beberapa hal partai ini memang bersih,

bersih dalam lakukan sogokan dan jegal-menjegal tanpa belas kasih.

Nah itu berkas harus kau tandatangani,

kalau tidak bakal ada saingan yang ikut main-main ini.

Sudah paham dengan instruksiku?

Ini sedikit pelicin agar tanganmu lancar di siku.”

(Makassar, September 2015)

(Pernah dimuat di Kolom Puisi Koran Identitas UH, No. 846, tahun XLI, edisi akhir Oktober 2015)

--

--