Menjadi Burung Hantu, 1995 (Puisi-puisi Achmad Hidayat Alsair di Jurnal Asia Medan, Sabtu 5 Agustus 2017)

Achmad Hidayat Alsair
1 min readSep 28, 2017

Ada dua puisi saya yang kali ini dimuat di rubrik “Kreasi” harian Jurnal Asia Medan, edisi Sabtu 5 Agustus 2017. Berikut ini salinan semua puisi tersebut.

______________________________

Menjadi Burung Hantu

Kebijaksanaan

tidak memerlukan

leher yang bisa berputar

tiga ratus enam puluh derajat, kisanak.

Apa Anda sudah pernah merasakan tercekik?

(Makassar, Mei 2017)

______________________________

1995

Membaca namaku adalah hasil mantra para tenung

perlambat denyut usai menempa kemarau

Berangkat menuju keramaian gerbang rahim

stasiun ini tanpa rel dan kereta lokomotif

Seseorang meraih tanganku, menungguku tertawa

dia beri aku kata untuk menghidupkan nadi

Jantungku rela menulis kalimat berhawa malam

tapi aku bukan pelancong, ingin pula belajar sembunyi

(Makassar, Desember 2016)

--

--

Achmad Hidayat Alsair

Percaya bahwa tidur siang lebih berguna daripada begadang.