Pintu Ke Mana Saja

Achmad Hidayat Alsair
1 min readNov 4, 2016
(B&Q)

Kita mulai dari mana? Dari kamar mandi kah?

Tempatmu dulu bersemadi meminta Tuhan menurunkan diriku

dari surgaloka, jauh-jauh aku merantau ke muka bumi

tanpa baju, telanjang, mencari buku panduan menumbuhkan gigi dan tertawa

Cari peta, jalur pintas ke tempat paling bising di kota ini

mengumpankan baju dalam, melawan cuaca tanpa aba-aba

pasangan yang menikah tanpa mahar dan rencana matang

mendirikan rumah dari fondasi bernama kemarahan orang tua

Menuju apa? Kelambumu jarang dicuci, bau tubuh dan mulut tembakau

seruak dari sela-sela rokmu yang berwarna bendera negara

nasionalisme atau birahi? Iklan penjaja kasih sayang

ditimpali berita kasus korupsi dan penggusuran pemukiman kumuh

Sudah tentukan tujuan? Bukan kamar kekasihmu tentu saja

pintunya sudah menjadi pintu kamarku

(Makassar, Oktober 2016)

--

--