Tidak Ada Sianida Dalam Nasi Goreng (Puisi Achmad Hidayat Alsair di Go Cakrawala Gowa, Sabtu 26 November 2016)

Achmad Hidayat Alsair
2 min readFeb 26, 2017

Satu puisi saya yang berjudul “Tidak Ada Sianida dalam Nasi Goreng” dimuat dalam rubrik “Sastra” harian Go Cakrawala Gowa edisi Sabtu, 26 November 2016. Di lembar yang sama turut termuat pula cerita pendek karya kak Lula Arimbi berjudul “Pertemuan di Losari”, serta puisi-puisi dari kak Iqbal Naspa (“Ada Baiknya”) dan bang Muhammad Amir Jaya (“Sumur Citta” dan “Alakuang”). Berikut salinan puisi tersebut.

______________________________

Tidak Ada Sianida Dalam Nasi Goreng

Matikan televisimu kemudian membaca buku panduan menjadi orang paranoid
jangan sekali-kali kau baca bagian belakang label kudapan ringan yang kau beli
banyak zat-zat asing, banyak nama campuran senyawa, banyak juga angka
matematika dan kimia adalah dua musuh paling kubenci sejak masih belajar berjalan

Iklan dan reklame tahu betul mata kita begitu peka terhadap warna-warna memukau
mendengar sayup kabar jenazah ingin protes mengapa potongan tahu lebih banyak diawetkan
jika bisa, maka mereka akan menjadi kelompok paling pucat dalam sebuah demonstrasi
berteriak menggunakan tenggorokan, memaksanya bekerja alih-alih jadi santapan ulat

Dapur kini tak ubahnya kotak pandora, bahkan Sherlock Holmes punya obsesi baru :
menyelidiki asal-muasal seluruh bahan makanan di dalam dapur, mencatat semuanya
inventaris paling rinci daripada milik instansi Badan Pengawas Obat dan Makanan
jadilah ia terbang meninggalkan Watson dan London, menjadi konsultan spesialis di Jakarta

Sudah, untuk sementara jangan dulu menjadi anak muda penikmat kafein serta kurang tidur
kedai kopi bagi media massa tak ubahnya sajian bakal kubur untuk siapa pun
hakim sudah ketuk palu, nafas boleh menjadi lega, regulasi sudah pasti dicanangkan
perihal sianida atau biji yang menghasilkan sesapan pekat nikmat itu, aku tidak tahu
Jika lapar, mari bertandang menuju lapak pinggiran jalan sebelum didahului Pamong Praja
pesanlah dua piring nasi goreng berhias telur mata sapi, kecap dan buku tabungan akhir bulan

(Makassar, Oktober 2016)

--

--