Akulah Tanggal Merah (Puisi-puisi Achmad Hidayat Alsair di Jurnal Asia Medan, Sabtu 3 Desember 2016)

Achmad Hidayat Alsair
1 min readFeb 26, 2017

Ada tiga puisi saya yang dimuat di kolom “Kreasi” harian Jurnal Asia Medan edisi Sabtu, 3 Desember 2016. Berikut ini salinan seluruh puisi tersebut.

______________________________

Kelak Jika Malam

Ada saatnya kita mengukur sejauh mana
jangkauan jemari-jemari kelihaian waktu
membuahi sentuhan tanpa wujud nyata
seperti bebauan yang tak pernah kau rindu

Ya, hiruplah sejumput hal penting dalam sunyi
jika kelak kau berguru pada malam hari

(Makassar, 27 Juli 2016)

______________________________
Dirimu Palem

Engkau ranum
kulitmu terlalu nyalang
berlomba rambati dahan
silau terkam paras wajah
upacara kibar sinaran surya

Engkau elok
dan senja jatuh dari dagumu
lekas letakkan wadah :
saku bajuku
perekam riuh ingatan

(Kaluppini, 29 Juli 2016)

______________________________
Akulah Tanggal Merah

Aku tanggal merah di almanakmu
dinikmati lalu dilupakan
sengaja dirayakan dalam pura-pura
ibarat palsunya riuh ruang tunggu
selalu diharap segera usai

Aku tanggal merah di almanakmu
datang bertamu seminggu sekali
pemberi kursus cara menjadi pemurung
serta pengeja deklarasi perang
melawan balatentara embun Senin

(Enrekang, 29 Juli 2016)

--

--

Achmad Hidayat Alsair

Percaya bahwa tidur siang lebih berguna daripada begadang.