Cerita Sebelum Lelap (Puisi-puisi Achmad Hidayat Alsair di Litera, Kamis 6 Juni 2016)

Achmad Hidayat Alsair
2 min readJan 15, 2017

Ada tiga puisi saya yang tayang di kanal “Puisi” situs sastra daring Litera.co.id pada 6 Juni 2016. Tautan menuju artikel : http://www.litera.co.id/2016/06/06/puisi-puisi-achmad-hidayat/. Berikut salinan seluruh puisi tersebut.

______________________________

Cerita Sebelum Lelap

“Berceritalah padaku malam ini.
Aku ingin mendengar suaramu
yang sering kuanggap cacat ekspresi
namun itu bukan pengundang jemu
Berceritalah padaku mengenai harimu
segala keluh kesah kasih sekelilingmu
tanpa harus beranggapan bahwa itu semua
adalah biasa dan wajar-wajar saja
Berceritalah padaku mengenai cuaca
yang sering kau keluhkan apalagi bila hujan tiba
gerutu akibat genangan tanpa perasaan iba
bersama langkah-langkah jenjang tak gembira
Berceritalah padaku mengenai senja
yang selalu kau usir kala bertamu di beranda
katamu silaunya selalu menerpa mata
halangi untuk melihat langit dan panorama
Berceritalah padaku hingga kau lelap
kuingin bisikanmu jelajahi kamarku
kulihat ia ditumbuhi sepasang sayap
dan berniat membangun sarang di kupingku”
Aku lupa, lalu terlelap
Aku lupa, lalu enggan bersayap

April 2016

______________________________

Lelah : Peperangan

Lembaran demi lembaran
cerita interval zaman
patriotisme kepahlawanan
dan derita dalam kekejaman
Layar yang menghitam
pertegas sebuah ironi
dalam kamar temaram
terbungkus aura sepi
Aku menderita lelah
lapar lagi penat
lalu tumpukan itu berubah
jadi ledak sebuah granat

Maret, 2016

______________________________

Apa Arti Cinta Bagimu?

(inspirasi dari bang Rizky)

Apa cinta adalah penggerak setiap langkahmu?
Apa cinta menjadi bahan bakar setiap semangatmu?
Apa cinta selalu berputar di atas kepalamu?
Apa cinta adalah binar di setiap tatapan matamu?
Apa cinta menggali ingatanmu mengenai diriku?
Apa cinta tak punya penunjuk waktu?
Apa cinta memancar dalam setiap mimpi-mimpimu?
Apa cinta menghangatkan setiap jengkal tubuhmu?
Apa cinta mampu mendamping dalam kesendirianmu?
Apa cinta bukan jembatan antara peraduanku dan jendela kamarmu?
Apa cinta masuk mengaliri paru-parumu?
Apa cinta menjelajahi pembuluh darahmu?
Apa cinta pemicu setiap detak jantungmu?
Apa cinta mengalir dalam setiap tetes air matamu?
Apa cinta menggerakkan semestamu?
Apa cinta yang membuatmu terus menungguku?
Apa cinta mengenai kau dan aku?
Aku menjawab semua pertanyaan itu
sembari mencumbui nisanmu.

April 2016

--

--