Puisi Tentang Puisi

Achmad Hidayat Alsair
1 min readNov 9, 2016
(TED.com)

(I)

Jemari yang bergerak

arahnya sukar ditebak

pena ibarat bidak

ambigu penuh jebak.

Kata mulai terukir

susun rapi bak sisir

tinta hitam semir

lebur hingga pinggir.

Mata yang menyala

gerak karena baca

otak menyusun makna

lalu lelah karena menerka.

(II)

Ada yang menjadi pujangga

ketika dirinya kasmaran

oleh endapan ampas cinta

yang lupa masuk pencernaan.

(III)

Aku ingin meracau dengan makna

namun sedih karena tak bertemu rima.

(Makassar, 21 April 2016)

--

--