Sedang Buntu (Puisi Achmad Hidayat Alsair di Buku Antologi Bersama “Sekaleng Bir dan Segelas Gas Air Mata”)

Achmad Hidayat Alsair
1 min readNov 9, 2016

Aku bingung mau menulis apa,

rasi kata-kata di kepala enggan menyala,

semiotika gerak binatang terlihat biasa saja,

sebaran rintik air hujan kuabaikan pula,

parade paras-paras cantik yang diam tak bersuara,

pelbagai desah asmara seketika hilang estetika,

gelimpang buku-buku yang hindar untuk dibuka.

Aku bingung mau menulis apa,

tapi tak bisa kutahan godaan kalam yang selalu menari penuh kuasa,

dia perintahkan padaku untuk menulis apa saja,

untuk menulis semuanya.

Aku bingung dan pasrah,

kubiarkan saja dia menggelitik kepala

dengan belaian-belaian pelumpuh daya.

(Makassar, 3 April 2016)

(Puisi ini turut dimuat dalam buku antologi bersama “Sekaleng Bir dan Segelas Gas Air Mata” terbitan Stepa Pustaka)

--

--

Achmad Hidayat Alsair

Percaya bahwa tidur siang lebih berguna daripada begadang.