Sehelai Janggut Untuk Ayahku (Puisi Achmad Hidayat Alsair di Buku Antologi Bersama “Lewat Angin, Kukirimkan Segenggam Doa Buat Abahku”)

Achmad Hidayat Alsair
1 min readSep 28, 2017

Hari ini aku merasa agak lucu

setelah janggut baru saja tumbuh sehelai

memaksa kepalaku berpikir lebih dewasa

padahal ayahku tidak berjanggut

tapi lebih bijak dari tuan-tuan di ibukota

Sementara mereka sibuk mengasah telunjuk

ayahku mencuci kulitnya dengan keringat

membaca syair-syair untuk tugu di taman

memanjat tembok pembatas untuk berteduh di sana

matahari adalah pengungsiannya yang sukacita

Malam datang membawa tubuh ayahku

tanpa janggut, di wajahnya hanya ada nama jalan

ibadahnya adalah pekikan parau hingga sore hari

saat memar telapak kaki menambah khusyuk kidungnya

kucabut janggutku, kuberi pada ayah dengan simpuh takzim

(Pomalaa, 5 Juli 2017)

(Puisi ini turut dimuat dalam buku antologi bersama “Lewat Angin, Kukirimkan Segenggam Doa Buat Abahku” terbitan FAM Publishing)

--

--

Achmad Hidayat Alsair

Percaya bahwa tidur siang lebih berguna daripada begadang.